Tampilkan postingan dengan label kesuksesan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesuksesan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Desember 2016

Bakat vs Minat

Benarkah bakat adalah penentu kesuksesan? Apakah kesuksesan hanya milik mereka yang berbakat? Bagaimana dengan orang-orang yang sangat berminat namun kurang berbakat, akankah kesuksesan menjadi milik mereka juga?

Bakat memang kerap dihubungkan dengan kesuksesan, tapi bukanlah satu-satunya modal sukses. Banyak orang berbakat yang tak menjadi apa-apa karena hanya berdiam diri. Sebaliknya, tak sedikit orang minim bakat yang sukses karena kaya minat.

Minat yang mendominasi hati akan mengarahkan langkah menuju kesuksesan. Meski harus memulai langkah dari nol, perjalanan panjang menuju sukses juga bisa dinikmati. Hasil tentu menjadi tujuan, tapi proses adalah pengalaman.

Lalu, masihkah kita beranggapan bahwa bakat adalah segala-galanya dan minat tak menyumbang apa-apa? Ketahuilah, bakat yang terpendam adalah kesia-siaan. Pahamilah, minat plus perjuangan akan menghasilkan karya yang mencengangkan.

Senin, 12 Desember 2016

Menulis Mimpi

Mimpi yang terencana tentu lebih mudah diwujudkan daripada mimpi yang hanya di angan-angan. Merencanakan mimpi adalah hal yang mungkin asing bagi kebanyakan orang. Namun demikian, banyak pula yang telah membuktikan kesuksesan mewujudkan mimpi dengan menuliskannya. Lalu, bagaimana sebenarnya menulis mimpi itu? Berikut ulasannya.

Menulis mimpi dapat dilakukan dengan tiga cara. Pertama, tuliskan daftar mimpi yang ingin diraih dalam setahun, lima tahun, sepuluh tahun mendatang, atau lebih lama lagi. Kedua, fokuslah pada masing-masing mimpi dengan merumuskan hal-hal yang harus dilakukan (to do list) untuk mewujudkannya. Ketiga, jadikan rumus suksesmu sebagai pedoman untuk sampai ke puncak impian yang kau idamkan. Mari kita bahas satu persatu.

Saat melakukan langkah pertama, yakni membuat daftar mimpi, pastikan semua mimpi benar-benar-benar termaktub di atas kertas. Tuliskan apapun yang kau impikan. Baik menyangkut pendidikan, kesehatan, travelling, hobi, keluarga, relationship, hingga orang-orang yang ingin kau jumpai. Kuncinya, jangan pernah anggap remeh mimpimu sehingga enggan menuliskannya. Jangan pula anggap lebay mimpimu hingga malu mencantumkannya.

Dalam menuliskan to do list, penting untuk mengetahui kelebihan-kekurangan kita, juga peluang dan ancaman yang mungkin akan dijumpai. Istilah kerennya, analisis SWOT (strength, weakness, opportunity, and threat). Salah dalam merumuskan akan berdampak salah dalam melakukan sehingga tentu akan berdampak pula pada hasil akhirnya. Jangan terburu-buru dalam merumuskan, tapi berhati-hatilah dan bersikaplah realistis sehingga semua rumusan dapat diaplikasikan dengan baik.

Untuk dapat konsisten melakukan to do list yang telah dirumuskan, tempel rumus suksesmu di tempat yang mudah dilihat sehingga akan terus memotivasi. Perlu pula memiliki buku mimpi khusus yang bisa dibawa kemanapun untuk terus mengingatkan diri yang kadang goyah di tengah. Akan lebih baik bila buku dan tempelan itu diperkuat dengan quote yang akan menggelorakan jiwa untuk terus move on dan move up meraih mimpi.

Demikianlah tiga cara yang bisa kita lakukan sebagai ikhtiar mewujudkan mimpi. Bila selama ini mimpi-mimpi kita dibiarkan berkeliaran di hati dan pikiran tanpa arah tujuan, kini mari mulai menuliskannya. Tidak perlu sungkan atau malu, jujurlah pada diri tentang apa yang diimpikannya. Buat daftar mimpimu, rumuskan to do listmu, lalu biarkan rumusanmu membimbingmu mewujudkan semua mimpi. In Syaa Allah.
#30DWCHari12


Minggu, 21 Agustus 2016

Mulai dari Nol

Ini bukan kisah orang yang akan mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU. "Mulai dari nol ya, mbak/mas/kak/bang/buk/pak", begitu biasanya karyawan SPBU menyapa pelanggannya. Maksudnya untuk memastikan bahwa BBM yang diberikan benar-benar sesuai permintaan pelanggan.

Hal yang akan saya bahas dalam artikel ini adalah ketetapan hati untuk memulai langkah sukses. Ada dua hal yang bisa kamu pilih untuk meraih kesuksesan. Pertama, kamu fokus pada kekuatan dan kelebihan kamu. Maksudnya, kamu semakin mengasah kemampuan yang kamu miliki dan menjadi ahli di situ.

Atau bila kamu tidak begitu yakin dengan apa yang kamu kuasai dan tertarik pada hal baru, kamu bisa mencoba cara berikutnya. Kedua, kamu fokus pada hal baru yang menarik hatimu. Maksudnya, kamu bersungguh-sungguh mempelajari satu hal menarik yang baru dan mungkin masih asing bagimu.

Lalu, di antara kedua cara tersebut, mana yang lebih baik dan lebih memungkinkanmu meraih sukses? Berikut ulasannya.

Mengasah kemampuan yang telah dimiliki tentu lebih mudah dilakukan daripada memulai yang baru. Apalagi bila hal baru itu masih asing bagimu dan terbilang rumit. Logikanya, untuk sampai di baris kesepuluh tentu akan lebih mudah dan lebih cepat bila dimulai dari baris kelima dibanding bila memulainya dari baris kesatu. Konon lagi bila memulainya satu baris di belakang angka satu, yaitu nol.

Tapi juga tidak selalu begitu. Terkadang mereka yang memulai dari nol bisa lebih dulu sampai di garis finish meninggalkan mereka yang memulai langkah di baris kesembilan sekalipun. Apa sebab? Ketertarikan dan ketekunan menjadi penyebabnya. Seseorang yang sungguh mencintai yang dilakukannya akan memiliki semangat dan kekuatan luar biasa. Selain itu, ketekunan juga merupakan faktor penting dalam mencapai kesuksesan.

Sekalipun seseorang telah berada di baris kesembilan, bila ketertarikan telah hilang dari hatinya dan ketekunan tidak lagi menemani langkah-langkahnya, maka kesuksesan akan terasa semakin jauh dan terasa mustahil untuk digapai. Hingga berakhirlah ia di baris kesembilan tanpa pernah beranjak sesentipun.

Sebaliknya, seseorang yang memulai langkah dari nol namun hatinya dipenuhi cinta dan antusiasme, maka tak ada letih yang dirasanya. Walau baru mulai melangkah, kesuksesan seolah telah di depan mata. Hingga dalam waktu yang tak lama, ia telah berada di garis finish dengan rasa bangga.

Akhirnya, keputusan ada di tanganmu. You are a decision-maker of your success. Apakah kamu akan melanjutkan perjalanan menuju kesuksesan yang telah kamu bidik sejak lama. Atau mengarahkan panah kesuksesanmu pada target baru yang lebih menggelorakan jiwa.

Bersyukurlah bila perjalanan menuju sukses yang tengah kau jalani saat ini adalah satu-satunya hal indah yang menguasai hatimu. Sehingga kau telah berada semakin dekat dengan tujuanmu dan tak perlu mundur atau mengambil langkah baru untuk menjadi sukses.

Namun bila keadaanmu tak sebaik itu, tetaplah bersyukur bahwa akhirnya kamu menyadari apa yang sebenarnya kamu cintai, meski sama sekali tidak menguasai. Pikirkan masak-masak untuk langkah selanjutnya. Menghabiskan waktu tanpa rasa puas atau menghabiskan waktu untuk belajar? Selamat memilih!